Minggu, 27 September 2020

Misdinar

 Misdinar

Mungkin adik-adik, atau teman-teman di luar sana (bukan beragama katolik) tidak mengerti apa itu misdinar dan apa tugasnya? Lalu bedanya apa misdinar dan dengan akolit? Adakah syarat atau ketentuan siapa saja yang boleh menjadi misdinar? Apakah misdinar perlu dilantik? Semangat apa yang perlu dimiliki oleh para misdinar? Semua pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab satu persatu dalam tulisan sederhana dan singkat ini.

    Misdinar dan Tugasnya

Dalam perayaan ekaristi atau misa sering dilihat anak-anak yang kurang lebih masih sekolah SD-SMA menggunakan pakaian khusus. Anak-anak ini berjalan di depan pemimpin perayaan ekaristi, entah itu romo atau uskup. Mereka inilah yang disebut misdinar atau putra-putri altar. Misdinar merupakan kata yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa jerman, misdinar adalah messdiener yang berarti pelayan perayaan ekaristi. Kalau dalam bahasa inggris yang sering digunakan adalah altar servers atau pelayan altar.

Misdinar ada yang laki-laki ada juga yang perempuan, sehingga dalam bahasa inggris ini lebih sering dikatakan sebagai boys and grils to service at the altar. Hal yang perlu diperhatikan adalah kata server atau service yang dipahami sebagai pelayan. Jadi dilihat dari arti katanya, misdinar merupaka seorang pelayan. Dalam hal ini, meraka adalah pelayan misa kudus. Akan tetapi pada prakteknya, misdinar tidak hanya bertugas saat misa. Misdinar juga dapat bertugas dalam kegiatan liturgy dan ibadat lainnya.

Sebagai misdinar, anak-anak perlu menyadari tugasnya. Tugas yang diemban atau diterima sebagai misdinar ini merupakan tugas istimewa dan mulia. Hal itu karena dalam perayaan liturgy gereja, selalu menuntut adanya keterlibatan atau partisipasi dari umat. Partisipasi umat ini penting karena dengan partisipasi umat dengan sadar, penuh dan aktif membuat tidak adanya one man show, karena Gereja memang tidak pernah menghendaki one man show dalam liturgy gereja. Anak-anak dalam hal ini menjalankan amanat Gereja yakni ikut berpartisipasi dalam kegiatan liturgy Gereja. Maka jelas, misdinar bukan hanya untuk rame-rame tetapi bentuk keterlibatan dalam kegiatan liturgy Gereja. Untuk itu, anak-anak sangat baik untuk ikut menjadi misdinar.

Tetapi perlu dipahami juga bahwa misdinar bukanlah pelayan’ dari romo. Memang misdinar melayani romo yang memimpin misa, namun dalam perayaan ekaristi atau misa, romo bertindak sebagai pemimpin ibadat. Lepas dari tugas itu, anak-anak bukanlah pelayan romo secara prbadi. Ini yang hendak ditegaskan, bahwa misdinar bukan pelan romo. Misdinar adalah pelayan Tuhan sebab dalam perayaan ekaristi, Yesus Kristus sendiri yang hadir. Kehadirannya dalam rupa roti dan anggur yang diterima oleh umat atau jemaat sebagai komuni suci.


Akolit

Akolit berasal dari kata Yunani yakni akoluthos yang berarti pelayan atau murid. Akolit ini untuk menyebut para frater yang telah dilantik. Pelantikan akolit untuk frater merupakan sebuah proses untuk menjadi seorang imam. Dalam prosesnya itu, frater tidak hanya dilantik sebagai akolit tetapi juga lector. Pelantikan frater sebagai akolit dan lector ini yang nantinya dapat menjadi misdinar untuk melayani Paus saat perayaan ekaristi.

Dalam sejarahnya, sebelum Konsili Vatikan II, tugas dar akolit termasuk tugas dalam pelayanan yang diterimakan dengan tahbisan rendah. Tetapi sejak tahun 1972, Paus Paulus IV meniadakan tahbisan rendah. Tahbisan rendah diganti dengan pelantikan untuk lector dan akolit[1] untuk para frater. Hingga menjadi salah satu tahap bahwa sebelum daikon dan imam, frater harus dilantik terlebih dahulu sebagai lector dan akolit. 

Inilah yang membedakan misdinar dan akolit, meski sama-sama pelayan Tuhan tetapi akolit merupakan frater (calon imam) yang sedang mempersiapkan diri menjadi imam.

Syarat menjadi Misdinar

Dari pengertian yang sudah dijelaskan tadi, setidaknya dapat memberi gambaran tentang misdinar. Untuk syarat atau ketentuan siapa yang boleh menjadi misdinar, sebenarnya tidak ada kriteria yang sangat khusus. Meski begitu, anak-anak yang boleh menjadi misdinar adalah anak-anak yang sudah dibaptis dan telah menerima komuni pertama. Biasanya, anak-anak telah dibaptis sejak masih kecil. Anak-anak yang menerima komuni pertama adalah kisaran kelas IV SD. Dari situ, anak-anak yang sudah boleh menjadi misdinar adalah anak-anak yang telah berusia 9 atau 10 tahun sampai 17 atau 18 tahun (lulus SMA). Dalam situasi khusus, ada misdinar yang telah lebih dari usia SMA. Kejadian seperti Ini tentunya menimbang situasi dan kondisi tempat pastoral.

Laki-laki dan perempuan semua boleh menjadi misdinar, tidak dilarang. Hal itu dinyatakan oleh Tahta Suci Vatikan tahun 2001, yang memberikan wewenang bagi para uskup untuk memberikan izin bahwa perempuan boleh menjadi misdinar. Meski begitu, perlu dipertahankan misdinar laki-laki dalam rangka panggilan imamat.

Nah sudah jelaskan, siapa yang boleh menjadi misdinar dan apa syarat-syarat menjadi misdinar. Yuk, adik-adik; laki-laki maupun perempuan, beragama katolik, sudah dibaptis dan sudah menerima komuni pertama, bergabung dengan misdinar yang ada di paroki masing-masing. Adik-adik memiliki peran untuk berpartisi atau ikut serta dalam kegiatan Gereja.

Misdinar perlu dilantik?

Karena adik-adik akan bertugas atau memiliki peran dalam kegiatan Gereja, adik-adik perlu dipersiapkan terlebih dahulu dengan adanya pertemuan. Pertemuan ini menjadi sarana mengarahkan dan melatih para calon misdinar. Setelah selesai pelatihan, dimungkinkan adanya rekoleksi[2] sehari atau dua hari. Masalah misdinar perlu dilantik atau tidak, dapat dibicarakan dengan pastor paroki terkait.

Di sarankan, para calon misdinar sebaiknya dilantik. Pelantikan dilaksanakan dalam perayaan liturgy Gereja. Pelantikan sebaiknya dilakukan setelah homily. Sebaiknya, pelantikan dipimpin oleh pastor paroki. Inti upacara pelantikan dapat berupa pemanggilan calon, doa berkat dari imam dan sebagai simboli ada penyerahan pakaian misdinar kepada calon misdinar. Pakaian misdinar yang telah diserahkan kepada calon misdinar tetap ditinggal di Gereja, tidak perlu dibawa pulang sebagai milik pribadi.

 

Semangat atau Spritual para Misdinar

Adik-adik yang telah dilantik, kini resmi ikut ambil bagian dalam tugas Gereja. Sebagai misdinar, adik-adik perlu tahu tanggungjawabnya sebagai pelayan. Tidak perlulah berpikiran negative pelayan itu babu atau jongos. Pelayan dalam Gereja memiliki arti melayani Tuhan. Misdinar juga berarti pelayan Tuhan. Pelayan Tuhan itu perlu memiliki hidup sesuai dengan sabda Tuhan, karena itu misdinar perlu juga membaca Kitab Suci, rajin ikut perayaan ekaristi (entah tugas atau tidak), rajin mengaku dosa dan jika waktunya ada baiklah menerima Sakramen Krisma yang diberikan oleh Uskup atau wakilnya. Tanggungjawab itu yang perlu menjadi kesadaran adik-adik.

 

Sumber:

E. Martasudjita, Pr., Panduan Misdinar, Yogyakarta: Kanisius, 2014.

 



[1] Untuk memahami lebih lanjut tentang Akolit silahkan baca tulisan berjudul lector dan akolit.

[2] Rekoleksi berasal dari kata re yang berarti kembali lagi dan collection yang berarti koleksi, kumpulan. Rekoleksi dapat diartikan sebagai mengumpulkan kembali pengalaman yang telah dialami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepada Siapa Aku Berharap?

  Kepada Siapa Aku Berharap?   Saudari-saudara terkasih, saya merasa tertarik untuk merenungkan ketidaktahuan atas pengalaman yang dialami. ...