Senin, 12 September 2016

Gelisah

GELISAH

Surya lenyap ditelan bumi
Hewan berbisik tiada pasti
Awan mendung tak pernah mau mengerti
Sorak-sorai dunia tak memiliki arti
         Hujan turun sayup redam
         Hati terusik tak bisa dipendam
         Keheningan sepi terasa menghujam
         Ingin lepas terasa tertikam
Pena tulis tak mau berhenti
Syair puisi terungkap hati
Walau gelisah terus menghampiri
Ingin ku tuwai hasil yang pasti
      Takut, cemas kian melanda
      Karya tangan cindera mata
      Tangis senang tak terkira
      Budi luhur di dalam surga
 Baturaden, 25 Mei 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepada Siapa Aku Berharap?

  Kepada Siapa Aku Berharap?   Saudari-saudara terkasih, saya merasa tertarik untuk merenungkan ketidaktahuan atas pengalaman yang dialami. ...